2016 istimewa! 2017 (semoga) makin luar biasa
Well… sebagai bentuk pertanggung jawaban tulisan sebelumnya tentang kesan tahun 2016, saya akan sedikit bercerita mengenai perjalanan saya di tahun 2016, meskipun mungkin jauh dari kata menginspirasi.
Mengawali tahun 2016: Sejenak singgah di kota orang
Setelah melalui pertimbangan yang cukup matang, mengumpulkan segenap keberanian, untuk pertama kalinya mencoba hidup jauh dari keluarga. Motivasi utamanya bisa jadi ‘pelarian’ dari segala kejenuhan yang dialami selama tahun 2015. Motivasi lainnya, mencari pengalaman dan belajar bahasa Inggris.
Yap, Kampung Inggris – Pare menjadi pilihan saya untuk ‘berlibur’ saat itu, untuk 1 bulan lamanya, dan seorang diri.

bersama teman sekamar di camp

bersama teman-teman kursus
Disinilah untuk pertama kalinya saya belajar hidup jauh dari keluarga. Sesekali merasakan homesick yang tidak enak, tapi lebih banyak yang menyenangkan disini. Berkenalan dengan orang-orang baru, dengan berbagai latar belakang dan dari berbagai daerah di tanah air. Saya seperti melihat miniatur nusantara di Kampung Inggris ini.
Banyak juga tempat yang menarik untuk dikunjungi di sekitar Pare. Saya sempat mengunjungi beberapa di antaranya. Yang paling wajib tentu Simpang Lima Gumul – Kediri. Katanya, belum ke Kediri kalau belum kesini. Sempat juga mampir ke Tebuireng - Jombang, sekitar setengah jam dari Kampung Inggris dengan sepeda motor. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan buat orang yang belum pernah merasakan kehidupan di luar kota seperti saya.
Banyak keputusan penting yang harus diambil
Life must go on. Sekembalinya dari Kampung Inggris, saya memutuskan untuk merintis bisnis online foodstore, yang menjual makanan siap saji dan frozen food. Sayangnya tidak bertahan lama.
Saya mencoba mencari kesibukan lainnya, kebetulan ada kesempatan pelatihan gratis setir mobil. Selama kurang lebih 2 bulan, saya ikut di dalamnya. Senang rasanya karena disitu saya menemukan teman-teman baru dan pengalaman baru lagi. Karena didominasi laki-laki, otomatis saya ‘dipaksa’ untuk menyesuaikan diri dengan pola bersosialisasi ala mereka.
Di 2016 ini saya juga sempat menjajal peruntungan di bisnis batik, sebagai dropshipper. Karena masih bisa ‘nyambi’, saya memutuskan untuk nyambi jaga toko milik kakak. Lumayan untuk tambah-tambah penghasilan. Mungkin karena sudah puas juga 1 tahun merasakan menjadi manusia bebas. Sudah saatnya kembali hidup terikat dalam rutinitas kerja. Alhamdulillah saya menikmati hal tersebut.
Keputusan penting lainnya adalah, memberanikan diri untuk mengambil kesempatan memimpin sebuah organisasi/komunitas sosial.
Belajar hal-hal baru sebagai pemimpin sebuah organisasi sosial
6 Juni 2016 menjadi hari penting dalam hidup saya. Terjadi pergantian kepemimpinan di organisasi/komunitas sosial dimana saya bergabung. Dari kandidat yang ada, saya yang mendapatkan suara paling banyak. Berat rasanya untuk menerima estafet kepimpinan tersebut. Segala ketakutan sempat membayangi pikiran saya. Ketika ditanya, jika terpilih nanti apa yang ingin kamu lakukan. Saya hanya menjawab, saya ingin mengalahkan segala ketakutan yang muncul di pikiran saya.
Dan benar saja, satu per satu ketakutan yang dulu sempat membayangi, berhasil saya taklukan. Saya belajar banyak ketika menjadi pemimpin disini. Yang berat, belajar untuk bersabar, dan sampai sekarang saya masih terus belajar. Yang lebih berat lagi, karena sebagai pemimpin saya punya tugas untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin baru. Masih terngiang-ngiang di benak saya, apa yang pernah dikatakan oleh guru-guru saya.

“Leadership is a journey of learn, making mistake, and make improvement.”
“Good leader create another leader.”
2016, Tahun yang penuh limpahan berkah dan kebahagiaan
Setelah segala proses yang saya lewati selama tahun 2016 ini, saya sangat bersyukur. Begitu banyak kebahagiaan dan kenikmatan hidup yang Tuhan anugerahkan pada saya. Punya keluarga yang sangat menyayangi, teman-teman yang luar biasa baik, kehadiran mereka menguatkan saya ketika berada di saat-saat tersulit dalam hidup.
Pengalaman-pengalaman berharga yang saya alami sedikit banyak mengubah saya menjadi manusia yang lebih bijak dari sebelumnya.
Tentunya masih banyak lagi cerita lainnya dari tahun 2016. Cerita pasang surut persahabatan, perdamaian dengan masa lalu, dll, yang terlalu panjang untuk diceritakan satu persatu.


Renungan di akhir tahun
Di akhir tahun 2016 saya banyak mengahbiskan waktu untuk merenung. Atas segala nikmat yang Tuhan berikan, rasanya saya masih jauh dari Tuhan. Memasuki awal tahun 2017 ini, saya berharap bisa menjadi manusia dan hamba Tuhan yang lebih baik lagi. Lebih penyabar, pemaaf, dan penuh kasih. Sisanya, lillahi ta'ala :)
Mengawali tahun 2016: Sejenak singgah di kota orang
Setelah melalui pertimbangan yang cukup matang, mengumpulkan segenap keberanian, untuk pertama kalinya mencoba hidup jauh dari keluarga. Motivasi utamanya bisa jadi ‘pelarian’ dari segala kejenuhan yang dialami selama tahun 2015. Motivasi lainnya, mencari pengalaman dan belajar bahasa Inggris.
Yap, Kampung Inggris – Pare menjadi pilihan saya untuk ‘berlibur’ saat itu, untuk 1 bulan lamanya, dan seorang diri.

bersama teman sekamar di camp

bersama teman-teman kursus
Disinilah untuk pertama kalinya saya belajar hidup jauh dari keluarga. Sesekali merasakan homesick yang tidak enak, tapi lebih banyak yang menyenangkan disini. Berkenalan dengan orang-orang baru, dengan berbagai latar belakang dan dari berbagai daerah di tanah air. Saya seperti melihat miniatur nusantara di Kampung Inggris ini.
Banyak juga tempat yang menarik untuk dikunjungi di sekitar Pare. Saya sempat mengunjungi beberapa di antaranya. Yang paling wajib tentu Simpang Lima Gumul – Kediri. Katanya, belum ke Kediri kalau belum kesini. Sempat juga mampir ke Tebuireng - Jombang, sekitar setengah jam dari Kampung Inggris dengan sepeda motor. Sebuah pengalaman yang tak terlupakan buat orang yang belum pernah merasakan kehidupan di luar kota seperti saya.
Banyak keputusan penting yang harus diambil
Life must go on. Sekembalinya dari Kampung Inggris, saya memutuskan untuk merintis bisnis online foodstore, yang menjual makanan siap saji dan frozen food. Sayangnya tidak bertahan lama.
Saya mencoba mencari kesibukan lainnya, kebetulan ada kesempatan pelatihan gratis setir mobil. Selama kurang lebih 2 bulan, saya ikut di dalamnya. Senang rasanya karena disitu saya menemukan teman-teman baru dan pengalaman baru lagi. Karena didominasi laki-laki, otomatis saya ‘dipaksa’ untuk menyesuaikan diri dengan pola bersosialisasi ala mereka.
Di 2016 ini saya juga sempat menjajal peruntungan di bisnis batik, sebagai dropshipper. Karena masih bisa ‘nyambi’, saya memutuskan untuk nyambi jaga toko milik kakak. Lumayan untuk tambah-tambah penghasilan. Mungkin karena sudah puas juga 1 tahun merasakan menjadi manusia bebas. Sudah saatnya kembali hidup terikat dalam rutinitas kerja. Alhamdulillah saya menikmati hal tersebut.
Keputusan penting lainnya adalah, memberanikan diri untuk mengambil kesempatan memimpin sebuah organisasi/komunitas sosial.
Belajar hal-hal baru sebagai pemimpin sebuah organisasi sosial
6 Juni 2016 menjadi hari penting dalam hidup saya. Terjadi pergantian kepemimpinan di organisasi/komunitas sosial dimana saya bergabung. Dari kandidat yang ada, saya yang mendapatkan suara paling banyak. Berat rasanya untuk menerima estafet kepimpinan tersebut. Segala ketakutan sempat membayangi pikiran saya. Ketika ditanya, jika terpilih nanti apa yang ingin kamu lakukan. Saya hanya menjawab, saya ingin mengalahkan segala ketakutan yang muncul di pikiran saya.
Dan benar saja, satu per satu ketakutan yang dulu sempat membayangi, berhasil saya taklukan. Saya belajar banyak ketika menjadi pemimpin disini. Yang berat, belajar untuk bersabar, dan sampai sekarang saya masih terus belajar. Yang lebih berat lagi, karena sebagai pemimpin saya punya tugas untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin baru. Masih terngiang-ngiang di benak saya, apa yang pernah dikatakan oleh guru-guru saya.

“Leadership is a journey of learn, making mistake, and make improvement.”
“Good leader create another leader.”
2016, Tahun yang penuh limpahan berkah dan kebahagiaan
Setelah segala proses yang saya lewati selama tahun 2016 ini, saya sangat bersyukur. Begitu banyak kebahagiaan dan kenikmatan hidup yang Tuhan anugerahkan pada saya. Punya keluarga yang sangat menyayangi, teman-teman yang luar biasa baik, kehadiran mereka menguatkan saya ketika berada di saat-saat tersulit dalam hidup.
Pengalaman-pengalaman berharga yang saya alami sedikit banyak mengubah saya menjadi manusia yang lebih bijak dari sebelumnya.
Tentunya masih banyak lagi cerita lainnya dari tahun 2016. Cerita pasang surut persahabatan, perdamaian dengan masa lalu, dll, yang terlalu panjang untuk diceritakan satu persatu.


Renungan di akhir tahun
Di akhir tahun 2016 saya banyak mengahbiskan waktu untuk merenung. Atas segala nikmat yang Tuhan berikan, rasanya saya masih jauh dari Tuhan. Memasuki awal tahun 2017 ini, saya berharap bisa menjadi manusia dan hamba Tuhan yang lebih baik lagi. Lebih penyabar, pemaaf, dan penuh kasih. Sisanya, lillahi ta'ala :)
Hari jadi Mila sebagai kepsek akber Pekalongan cantik banget ya tanggalnya, 060616 ^^
BalasHapusEh sorry ralat, sebenernya tgl sertijabnya 29 Mei 2016. Cuma tgl habis periodenya mbak Dewi itu 6 Juni. Jadi gimana tuh.. Duh jadi ribet sendiri. haha
Hapus