Rasanya Baru Kemarin..


Ilustrasi: kiblatmuslimah.com

Selamat ulang tahun Bapak.. Barakallahu fi umrik
Alhamdulillah, puji syukur, di usia yang baru ini Bapak masih diberikan kesehatan dan kesempatan hidup di dunia

Tak terasa waktu berjalan begitu cepat
Rasanya baru kemarin ya Pak.. Bapak menyuruh kami kecil berjejer untuk disuapi sarapan sebelum berangkat sekolah
Rasanya baru kemarin Bapak pakaikan minyak urang-aring atau minyak rambut merek brisk ke rambut kami,
disisir klimis belah pinggir persis seperti rambut Bapak
Rasanya baru kemarin kami nonton tv sampai ketiduran, lalu Bapak berjaga di sebelah kami sambil mengusir nyamuk yang mendekat
Saat malam sudah larut, Bapak bopong kami ke tempat tidur
Rasanya baru kemarin, Bapak membantu menyiapkan perlengkapan kemah untukku, membuatkan patok-patok dari bambu
Aku selalu suka hasil karya tangan Bapak
Selalu bagus dan rapi
Rasanya baru kemarin Bapak membantuku belajar matematika, di saat bimbingan belajar masih jauh dari familiar
Rasanya baru kemarin Bapak ajarkan pada kami tilawah Qur'an, dengan lagu yang selalu sama, dan ayat yang itu-itu saja
Sayangnya kami tak mewarisi bakat suara yang dimiliki Bapak
Rasanya baru kemarin aku temani Bapak memetik kelapa di kebun belakang rumah,
Aku pegangi tangga dari bawah, sambil mengagumi kehebatan Bapak
Rasanya baru kemarin Bapak antar jemput aku ke sekolah, sampai teman-teman menjulukiku 'anak bapak'
Lalu Bapak ajariku naik sepeda motor keliling lapangan dekat rumah

Bapak tentu bukan ayah yang sempurna
Bicara soal kekurangan, pastilah Bapak punya banyak kekurangan
Tapi kali ini aku tak ingin bicara tentang kekurangan Bapak
Karena tentu kekuranganku sebagai anak jauh lebih banyak
Aku juga tak sedang berbicara tentang kebaikan Bapak
Karena kebaikan yang aku bicarakan pasti tak sebanding dengan pengorbanan Bapak
Aku hanya sedang menggali ingatan akan kenangan manis bersama Bapak
Segarang-garangnya seorang ayah, pasti ada sisi-sisi mengharukan untuk diceritakan

Di usia ke-63 ini,
Alhamdulillah, rukun Islam yang lima sudah ditunaikan
Tugas menyekolahkan anak-anak juga sudah selesai
Menjadi eyang dari empat orang cucu tentu sebuah karunia yang paripurna
Tinggal satu lagi tugas yang belum tuntas..
Kapan mantu anak wedok lagi pak? (*hehe, ini sih kayaknya anaknya yang kepengin)

Doa kami untuk Bapak Ibu,
semoga diberikan umur panjang, sehat, bahagia dunia akhirat
dan semoga kami anak-anakmu bisa jadi anak yang shaleh dan shalehah
agar doa-doa kami bisa menjadi amal yang tidak terputus untuk Bapak dan Ibu

(7/1/2017)

"Apabila anak Adam mati, maka terputuslah segala amalnya, kecuali 3 perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shaleh yang senantiasa mendoakannya". (Al-Hadits)

Komentar

  1. Sehat-sehat ya, Bapaknya Mila. Barakah usia beliau. Aamiin allahumma aamiin :))

    BalasHapus
  2. Sugeng tanggap warsa njih pak,...mugi2 diberi kesehatan dan keberkahan dr Allah...

    BalasHapus
  3. Sugeng tanggap warsa njih pak,...mugi2 diberi kesehatan dan keberkahan dr Allah...

    BalasHapus
  4. tulisan yg bagus...si pembaca bsa kebawa di keadaan itu :) keep posting ya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. baru kebaca komen-nya. terima kasih Mas Djalie :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bulek dan Reminder dari Gusti Allah (bag.2)

Bulek dan Reminder dari Gusti Allah (bag.1)