"Internet (4G LTE) Membuat Kami Selalu Terhubung"

“Sorry, saya tidak bisa menjawab sms anda. Saya nggak ada pulsa untuk sms. Atau, nomor saya dalam masa tenggang. Tapi saya punya kuota berlimpah untuk menjawab setiap chat anda. Saya bisa merespon setiap pesan yang anda kirim melalui bbm, whatsapp, atau line dengan cepat.”
Halo kawan, sms memang saat ini sudah banyak ditinggalkan ya.. Apalagi untuk sekedar percakapan basa-basi. Lewat pertemanan di berbagai platform social media, kita masih bisa terus mendapatkan update kabar tentang keadaan teman atau saudara, bahkan yang tinggal jauh dari kita, atau lama tak bertemu. Dari postingan status atau foto misalnya. Kalaupun sometime kita ingin menyapa, kita bisa membuka obrolan dengan meninggalkan komentar di postingannya. Sibuk dan belum sempat menjawab chat teman? Baca nanti! Lewat sosmed juga, kemungkinan pesan untuk terlewatkan relatif kecil.
Saya pikir pembahasan tentang manfaat internet sudah tutup buku sejak lama, tapi nyatanya sampai dengan hari ini saya masih menemukan satu dua orang teman yang kolot, ngotot ‘memilih’ hidup menjauhi gadget. Alasannya klasik, tak jauh-jauh dari segala dampak negatif gadget, internet, dan sosmed.
Hari ini kita bisa melihat, orang yang kekeuh memegang prinsip demikian, ia akan tenggelam, hilang bak ditelan bumi. Orang-orang yang masih mengingatnya mungkin akan bertanya, “eh si anu kemana ya, gimana kabarnya ya.. nggak pernah kelihatan dia.” Padahal mungkin secara lahiriah, ia masih menjalani aktivitas seperti orang-orang pada umumnya. Hanya karena nggak main sosmed, pelan-pelan ia mulai dilupakan.
Ya, memang tidak bisa dipungkiri, internet, sosmed, atau gadget punya sejumlah dampak negatif. Tapi sebagai smart user, seharusnya kita mampu melihat lebih luas. Kalau ada 10 sisi jelek, internet masih punya 90 sisi baik lho!
Milty: “Sebagai Bagian Dari Komunitas, Internet Punya Arti Penting Bagi Saya”

Dari waktu ke waktu, kehidupan akan selalu mengalami perubahan. Oleh karena perubahan merupakan sebuah keniscayaan, kita tidak mungkin dapat menolaknya. Di era digital sekarang ini, internet bukan lagi sebuah trend atau gaya hidup, melainkan sudah menjadi sebuah kebutuhan. Jutaan bahkan milyaran orang di dunia menjadi sangat tergantung pada internet. Dari mulai sekedar bersosmed ria, mengkespresikan diri lewat unggahan status atau foto, kebutuhan bersosialisasi, akses informasi, sampai dengan berbisnis.
Bahkan kini muncul banyak jenis profesi baru dari dunia internet. Mulai dari social media manager, youtuber, travel blogger, SEO optimizer, web developer, digital marketer, copywriter, content writer, dan masih banyak lagi.
Sebagai orang yang berkomunitas, internet memainkan peran penting bagi saya. Selama 3 tahun terakhir, saya tergabung dalam sebuah komunitas sosial yang concern di bidang pendidikan, yaitu Akademi Berbagi. Saya dan sesama rekan anggota komunitas secara intens berkomunikasi melalui grup Whatsapp. Karena berasal dari background yang berbeda-beda, dan semua punya kesibukan masing-masing, waktu untuk bertemu muka langsung menjadi sangat terbatas. Lewat grup whatsapp, kita bisa meet up secara virtual untuk membahas rencana kegiatan dan sebagainya. Enggak hanya membahas hal-hal yang berkaitan langsung dengan komunitas saja, kami juga sering saling melempar canda untuk menjalin keakraban satu sama lain, juga sebagai ajang untuk saling share informasi.
Tidak berhenti sampai disitu, selain grup whatsapp untuk pengurus lokal, kami juga punya grup whatsapp untuk skala nasional. Anggotanya pengurus (atau biasa disebut relawan) Akademi Berbagi dari berbagai daerah di Indonesia. Pengalaman yang menyenangkan, bisa berkenalan dengan banyak orang dari berbagai latar belakang. Dari mulai daerah, suku, budaya, agama, hingga karakter dan profesi, Kita bisa terus terhubung, bertukar pikir, dan bertukar informasi. Seru kan?
Belum lagi sebagai relawan pengurus di tingkat lokal, kami secara rutin mengadakan kegiatan kelas. Internet sangat membantu kami untuk terhubung dengan banyak orang, baik dari kalangan profesional maupun antar komunitas. Jalan untuk menemukan relawan guru yang mau berbagi di komunitas kami semakin terbuka lebar. Ini sekaligus menjadi kesempatan baik bagi saya untuk berjejaring, belajar dari banyak orang dan mengembangkan diri. Lewat internet pula, saya bisa menyebarkan pesan-pesan positif ke banyak orang untuk terus belajar dan berbagi, sebagaimana nilai-nilai yang dibangun di komunitas kami.
Internet 4G LTE Membantu Karier Desainer Daerah

Seiring dengan kebutuhan akses internet yang semakin tinggi, teknologi yang mendukung pun terus dikembangkan. Jaringan 4G kini bisa dengan mudah kita nikmati dimana-mana. Desy, salah satu orang yang turut merasakan manfaatnya,
Perempuan asal Kauman, Batang, kelahiran 27 tahun silam ini telah mantap menekuni dunia rancang busana (fashion design) semenjak lulus kuliah tata busana dari salah satu perguruan tinggi negeri di Semarang. Lewat BBM, instagram, dan facebook Desy mulai memberanikan diri memajang foto hasil karyanya. Dari situ mulai banyak yang tertarik untuk membuat baju di tempatnya. Berbagai platform social media ia manfaatkan secara optimal dan kontinyu untuk berjejaring dan memperkenalkan karya-karyanya. Perlahan, orang-orang mulai mengenalnya sebagai seorang desainer.
Internet juga semakin memperkaya wawasannya dalam bidang fashion design. Dari pinterest misalnya, ia banyak mendapatkan referensi cara membuat pola baju. Kemudian dari video-video di youtube. Tak ketinggalan, lewat instagram ia banyak mendapatkan ilmu dan inspirasi dari sejumlah desainer kenamaan, baik nasional maupun internasional. Tentunya ini membutuhkan koneksi terus menerus ke internet. Tidak hanya itu, kecepatan akses data juga sangat penting.

Jadi, bagi orang-orang daerah yang memiliki potensi di bidang fashion design seperti Desy ini, jangan takut untuk memulai karier di bidang tersebut ya.. Karena dengan internet, jalan untuk menjadi seorang desainer professional semakin terbuka lebar.
Betuuul.. Internet punya sisi baik dan sisi buruk. Pintar-pintarnya kita sebagai pengguna, jangan sampai terpedaya olehnya #sokbijak ππ
BalasHapusnoted fit.. kita yang mendayagunakan ya fit.. bukan malah terperdaya
HapusGood info ππ
BalasHapusHai bu guru Izza yang ternyata pemain lama di dunia blogging. Thanks ya sudah mau mampir ^^
HapusInternet bagi saya ibarat sesuap nasi, karena saya hidup di dinternet. Tanpa internet mungkin saya bukanlah saya yang sekarang. Dan beruntunglah karena 4G LTE di jaringan tertentu bisa masuk ke kamar saya, ngeblog jadi super duper lancar, bener
BalasHapusTerima kasih bang, sudah melengkapi cerita milty untuk tema kali ini. Sukses untuk pekerjaannya :)
HapusBenar, apalagi misalnya sosialisasi kepada beragam pemilik profesi yang tersebar di Indonesia agak sulit, maka selain mereka dapat menjual barang dan jasa lewat internet, sosialisasi pun dapat dilakukan dengan mudah karena 4G LTE
BalasHapusBerbagi jadi lebih mudah ya kak.. Seperti Kak Theo ini lewat blog-nya :)
Hapus