Tua Itu Pasti, Bahagia Itu Pilihan. Bahagia Di Hari Tua, Jangan Cuma Jadi Angan-angan!


Photo: Budi Elnika

Siapa sih yang enggak pengen hidup bahagia? Orang-orang di berbagai belahan dunia bahkan rela menempuh berbagai cara demi meraih satu kata, yak, “BAHAGIA”.
Ada yang bilang bahwa, bahagia itu sederhana, bahagia itu di hati adanya, bahagia itu terletak pada menerima. Enggak salah memang, karena setiap orang boleh punya definisi sendiri tentang bahagia. Pun dengan orang-orang yang punya pendapat bahwa harta jadi salah satu faktor penentu bahagia. Eits.. jangan sewot dan buru-buru protes dulu. Sebelum protes, coba jawab dulu pertanyaan berikut.

“Pilih mana, hidup miskin tak bahagia, atau hidup kaya dan bahagia?”
“Hidup pas-pasan, hari tua tak punya jaminan, atau hidup serba ada dengan jaminan di hari tua?”

Hahaha jangan baper ya.. ini hanya bercanda. Tapi kalau anda sebal dengan pertanyaan di atas, enggak salah lagi, fix anda harus baca artikel di blog ini sampai selesai. 

Sering kita mendengar orang mengatakan, uang bukanlah segala-galanya. Tapi kita juga tidak bisa menyangkal bahwa dengan uang kita bisa membeli banyak hal, kita bisa berderma lebih banyak, atau seminimal-minimalnya kita bisa memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga. 

Pernahkah anda mendapati orang-orang di sekitar anda yang bekerja keras banting tulang pagi siang sore malam demi menghidupi keluarga, demi dapur yang tetap ngebul, demi masa depan yang lebih baik? Atau justru anda sendirilah orangnya? Dari berbagai tujuan tersebut, semua bermuara pada satu tujuan utama, yaitu kebahagiaan.
Anda tak perlu risau dengan keadaan ekonomi anda saat ini yang mungkin terbilang pas-pasan. Semua tetap berhak punya impian, semua berhak untuk mengenyam kebahagiaan, tapi tentu harus melalui perjuangan. Jangan dulu habiskan kesenangan anda di masa sekarang, atur keuangan, sisihkan untuk masa depan. Ini yang seringkali terlupakan. Karena kesenangan sesaat, kita lupa memikirkan masa depan diri kita, keluarga dan anak cucu kita kelak. 

Jaminan Hari Tua dan Pensiun

Kita memang tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Anda yang harus menanggung nafkah keluarga misalnya, tiba-tiba suatu saat harus kehilangan pekerjaan karena terkena PHK atau karena kecelakaan yang berakibat cacat permanen.
Anda tentu tak mau menjadi beban bagi keluarga di hari tua. Syukur-syukur, di hari tua nanti kita masih bisa berbagi kebahagiaan dengan orang-orang di sekitar kita. Memberi hadiah untuk cucu misalnya, atau bersedekah untuk kaum dhuafa.

Kabar gembiranya, pemerintah sebagai pelayan masyarakat sangat menyadari akan hal ini. Oleh karenanya, pemerintah Indonesia melalui Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang diatur dalam UU No. 40 tahun 2004 telah mengupayakan perlindungan dan kesejahteraan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Salah dua dari program jaminan sosial tersebut yaitu jaminan hari tua dan jaminan pensiun. Sayangnya, belum banyak masyarakat Indonesia yang tahu, sadar, dan memanfaatkan keberadaan jaminan sosial tersebut.

Jaminan hari tua merupakan program jaminan sosial yang diselenggarakan dengan tujuan untuk menjamin agar peserta menerima uang tunai apabila memasuki masa pensiun, mengalami cacat total tetap, atau meninggal dunia. Sedangkan jaminan pensiun yaitu program jaminan sosial yang diselenggarakan dengan tujuan untuk mempertahankan derajat kehidupan layak pada saat peserta mengalami kehilangan atau berkurang penghasilannya karena memasuki usia pensiun atau mengalami cacat tetap total.
  
Jaminan hari tua dan pensiun ini kini bukan cuma angan-angan sebagian orang, juga bukan lagi milik segelintir orang. Karena melalui program jaminan hari tua dan jaminan pensiun yang diselenggarakan oleh BPJS Ketenagakerjaan, semua punya hak yang setara untuk mendapatkan perlindungan yang memadai. Bagi anda yang bekerja pada perseorangan, bekerja atau menjalankan usaha secara mandiri juga berhak untuk mendaftar ya.. Bahkan dalam hal pemberi kerja nyata-nyata lalai tidak mendaftarkan pekerjanya, pekerja dapat langsung mendaftarkan dirinya kepada BPJS Ketenagakerjaan.
Jadi, tunggu apa lagi? Karena bahagia di hari tua bukan sekedar angan-angan belaka!

Komentar

  1. Program pemerintah sudah semakin inklusif ya, Mils. Mudah-mudahan pelayanannya pun senantiasa ditingkatkan sisi humanisnya. Kan nyebelin, kalau (lagi-lagi) service dari instansi swasta lebih memanusiakan customernya daripada instansi pemerintah..

    BalasHapus
  2. Wah bener bgt mil, masyarakat msh awam sm yg namanya jaminan hari tua maupun jaminan pensiun padahal berguna bgt.. bisa jd masyarakat kita blm mengetahui cara2nya atau prosedur mengikuti jaminan ini.. tulisan kamu bisa jd informasi kalo ternyata bpjs ketenagakerjaan bisa mengakomodir jaminan hari tua kita.. keren miltiii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya din.. Betul. Aku rasa kalau masyarakat paham manfaat dan prosedurnya pasti banyak yang tertarik.
      Mungkin ini salah satu cara BPJSTK mengedukasi masyarakat juga kali ya..
      Seenggaknya dari sini kita jadi tau dan bisa ikut menyebarkan informasi ke orang-orang terdekat.
      Makasih Dini buat komentarnya :)

      Hapus
  3. Sepertinya memang banyak masyarakat yang belum tau klo bpjs ketenagakerjaan juga bisa buat pekerja biasa..entah buruh ataupun pedagang kecil biasa..yang mereka tau hanya pegawai negeri lah yang bisa memperoleh uang pensiun itu.padahal mereka sendiripun bisa mendapatkan uang pensiun itu dengan cara ikut bpjs ketenagakerjaan.nah tugas kita adalah bagaimana cara agar semua orang bisa tau kalau sebenarnya kita semua bisa mendapatkan uang pensiun itu..tidak hanya pegawai negeri saja..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hiyaak ni.. Mungkin bisa tuh diterapkan prinsip 3M (Mulai dari diri sendiri, Mulai dari yg terdekat, Mulai dari sekarang) Hehe
      Kalau masih ragu, coba kumpulkan info sebanyak-banyaknya dulu, bisa dari kepoin website nya, tanya2 ke kantornya, atau ke orang yg udah pengalaman

      Hapus
  4. Nice article. Zaman skrg, banyak orang yg ga sadar sama nasib hari tuanya. Semua uangnya sibuk dibelanjakan ini itu (hal2 yg kurang penting) demi sebuah gaya hidup tanpa memikirkan masa tua/pensiun yg menanti di depan mata. Semoga setelah membaca artikel ini, banyak orang yg sadar akan pentingnya menyiapkan bekal di hari tua (salah satunya dengan program jaminan hari tua dan pensiun dari BPJS ketenagakerjaan)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Indeed sar.. kalo ngikutin gaya hidup jaman sekarang mah ga ada abisnya, penghasilan berapapun ga akan pernah cukup. Engga apa2 lah kita dibilang engga up to date, toh kita yg lebih tau tentang diri kita sendiri (kebutuhan, prioritas). Loh jadi curhat -_-

      Hapus
  5. Nice article. Zaman skrg, banyak orang yg ga sadar sama nasib hari tuanya. Semua uangnya sibuk dibelanjakan ini itu (hal2 yg kurang penting) demi sebuah gaya hidup tanpa memikirkan masa tua/pensiun yg menanti di depan mata. Semoga setelah membaca artikel ini, banyak orang yg sadar akan pentingnya menyiapkan bekal di hari tua (salah satunya dengan program jaminan hari tua dan pensiun dari BPJS ketenagakerjaan)

    BalasHapus
  6. Siip...nice info niich... Smoga mkn bnyk yg tahu ttg hal ini dan mulai mengambil langkah tuk mengamankan hari tua nya yaa...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bulek dan Reminder dari Gusti Allah (bag.2)

Bulek dan Reminder dari Gusti Allah (bag.1)

Rasanya Baru Kemarin..